Tauhid Sebagai Batu Asas

0
540
views

Perkara paling penting bagi apa-apa bangunan ialah batu asasnya (foundation). Sehebat mana rekabentuk bangunan itu, andai batu asasnya tidak kukuh, pasti akan roboh juga. Mana mungkin pencakar langit dapat dibina tanpa batu asas yang dapat menampung bebannya…

Begitu juga diri kita ini. Andai diri ini tiada asas untuk menampung tujuan hidup kita, bagaimana mungkin kita dapat hidup sebagai seorang insan yang sempurna dalam pandangan penciptaNya.

Tanyalah pada diri sendiri;
“Apakah tujuan hidupku di dunia ini?”

Adakah kita hari ini hidup semata-mata untuk mengejar angan kosong?
Atau kita hari ini hidup untuk menjalankan perintahNya di muka bumi ini?

Firman Allah:
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Adz Dzaariyaat 51:56

Ya, kita diciptakan untuk mengabdikan diri ini kepadaNya…
Kerana itulah, ‘Tauhid’ merupakan asas bagi manusia.
Dengan tauhid, baru kita mampu meletakkan diri kita ini sebagai hambaNya.

Untuk menanam rasa tauhid itu, kita perlu melihat kembali Maha Berkuasa dan Maha Mencipta Allah itu, dan mengetahui setiap penciptaanNya itu ada tujuannya.

Kenalilah Allah melalui ciptaanNya. Kerana setiap ciptaanNya itu ada tujuannya masing-masing:

– Langit, bumi, matahari, bulan dan bintang:
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
Al A’raaf 7:54

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?
Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?
Nuh 71:15-16

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
Al Mulk 67:3-4

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.
An Nahl 16:15-16

Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
Al Hijr 15:20

Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu).
At Taghaabun 64:3

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.
Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Ad Dukhaan 44:38-39

– Hujan dan angin
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
Ibrahim 14:32

– Binatang
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
Yaasiin 36:71

Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.
Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
An Nahl 16:5-8

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
Al An’aam 6:38

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
An Nuur 24:41

Pendek kata:
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.
Az Zumar 39:62

Oleh itu, ingatlah:
Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
Ar Ruum 30:40

Maka apakah kamu mengira, bahawa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Al Mu’minuun 23:115

Oleh itu, usahlah leka dalam hidup ini.
Jadikanlah ‘Tauhid’ kepada Allah sebagai batu asas kehidupan kita.
Jalankanlah hidup ini mengikut acuan (shibghah) yang ditetapkanNya. Kerana itulah fitrah manusia…

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
Ar Ruum 30:30-32

[RENUNGAN QIAMULAIL]
– YHY