Tambora: 3 Hari Tanpa Matahari

1068
views

Catatan kerajaan Bima 11 april hari selasa 1815 pada waktu subuh

“Gelap berbalik lagi lebih daripada malam,bunyinya seperti bunyi meriam orang perang,lamanya 3 hari 2 malam setelah itu teranglah hari, rumah serta tanaman rusak semua”

Setelah berlalu 203 tahun tika subuh yang mengerikan, namanya seolah-olah terkubur dalam lipatan sejarah,letusan gunung tambora 68 tahun sebelum Krakatau beramuk di selat sunda subur diingatan orang.

Amarah Tambora dilupakan orang,dingin pada hari-hari tanpa matahari, tapi tidak sedingin jejaknya.

Letusan gunung berapi Tambora, letusan yang terdasyat sepanjang sejarah moden manusia,sehingga menyebabkan perubahan iklim dunia, Eropah dan Amerika Utara mengalami musim dingin yang menyengat hingga disebut sebagai “tahun tanpa musim panas”.

Dianggarkan 90 ribu lebih korban jiwa, tidak termasuk angka korban dari kebuluran, banjir dan epidemik.

3 kerajaan di pulau Sumbawa lesap bersama seluruh penduduknya

1)Kerajaan Tambora
2)Kerajaan Pekat
3)Kerajaan Sanggar

Ditahun yang sama, peristiwa yang mengerikan ini tercatat juga dalam sebuah naskah Bali. Bunyi letusan terdengar sehingga pulau Sumatera, beberapa pulau yang tenggelam oleh debu dan tsunami.

Kronologi Letusan Tambora

1)3050 SM
2)740 M
3)1815 M

3 tahun sebelum letusan yang menyebabkan 1/3 dari ketinggian 4300 meter gunung ini terpancung,1812 John Crawfurd sudah melihat tanda-tanda bahaya apabila debu gunung tersebut naik membumbung langit dan tempiasnya jatuh di geladak kapal yang dinaiki Crawfurd, tetapi malangnya penduduk 3 kerajaan diatas tidak menyedari bahaya tersebut.

~3 hari tanpa matahari~

Sumber: La Bougiez