Jokowi Dinobatkan Sebagai Asian Of The Year (AOTY)

1,419

Jokowi dinobatkan sebagai “Asian of the Year” (AOTY) oleh akhbar The Straits Times di Singapura.

AOTY yang lepas termasuk Thein Sein (2012), Xi Jinping dan Abe Shinzo (2013), Narendra Modi (2014), Lee Kuan Yew (2015), Sachin dan Binny Bansal (2016), Xi Jinping (2017) dan “The First Respondents” (2018). Thein Sein bapa demokrasi Myanmar, Xi Jinping dan Abe Shinzo semua orang kenal, Lee Kuan Yew penghormatan atas kepergian, Bansal pengasas Flipkart di India, The First Respondents pasukan penyelamat gempa bumi di Sulawesi. Apa yang Jokowi buat sampai diberi kehormatan tersebut?

Ni yang Jokowi buat sepanjang 2019:

– melancarkan “Visi 2045” untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi ke-5 besar dunia dengan GDP US$ 7 trilion menjelang 2045

– mengumumkan pemindahan ibu negara Indonesia ke Kalimantan Timur yang akan mengubah “center of gravity” geopolitik dan geoekonomi Indonesia

– mengumumkan pembinaan pusat angkasa lepas di Biak, Papua untuk “project” Indonesia sebagai “space power”

– memposisikan Indonesia sebagai negara “pivot” Indo-Pasifik dengan menjadi “ujung tombak” (spearheader) agenda Indo-Pasifik di ASEAN, melancarkan “ASEAN Outlook on the Indo-Pacific”

– melantik mantan seterunya Prabowo sebagai Menteri Pertahanan, sebagai langkah “reconciliation” yang menamatkan ketidakstabilan politik nasional susulan Pemilu

https://shopee.com.my/thepatriotsasia

– membentuk kabinet yang 21 daripada 38 jawatan (55%) dipegang oleh bukan ahli politik, terutamanya portfolio Menteri Pendidikan diberi kepada CEO Gojek dengan tujuan merombak kurikulum sekolah bagi memenuhi permintaan Revolusi Industri Ke-4

– mensasarkan sektor e-dagang dengan menamakan Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak sebagai 4 “unicorn” startup

… dan banyak lagi.

Mungkin ada yang tak nampak apa “connection” antara semua dasar dan langkah Jokowi ni. Apa yang Jokowi buat semua ni adalah crucical untuk mempersiapkan Indonesia menjadi bukan sekadar sebuah negara maju, tetapi menjadi sebuah kuasa besar (“great power”) atau “adikuasa”.

Kena tahu Indonesia ni bumi yang melahirkan Srivijaya, Singhasari dan Majapahit. Mereka tak akan puas sekadar jadi “middle power” ala kadar.

Nak jadi adikuasa, first kena ada potensi (kalau populasi tak cukup 50 juta, luas wilayah tak cukup 500 ribu km persegi, boleh batalkan niat), kemudian kena ada “will”, dan last sekali kena ada “character”. Apa yang aku nampak, Indonesia di bawah Jokowi sudah pun memiliki ketiga-tiga faktor ni.

Sementara korang masih mampu gelak pasal Indonesia, gelak lah puas-puas. Takut lepas 10 tahun nanti, dah tak ada peluang.

Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.